Mendatangkan Devisa dari Perikanan Indonesia

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kekayaan alam Indonesia tentunya membuat siapun kagum terhadapnya. Daratan yang memanjang membuat Indonesia memiliki garis pantai yang cukup luas yakni 2,55 juta km2 (ZEE). Bahkan seperti yang kita tahu, 2/3 wilayah teritori Indonesia merupakan lautan. Dari laut inilah Indonesia menggantungkan sebagian besar pendapatan negara dengan memanfaatkan hasil tangkapan lautnya.

Selain lobster yang belakangan ini banyak dibicarakan, ada biota lain yang juga menjadi andalan Indonesia yakni Loligo Squid atau cumi-cumi. Cumi-cumi merupakan salah satu hewan laut yang memiliki berbagai jenis ukuran mulai dari 5 cm yang terkecil hingga 15 m (cumi-cumi raksasa). Cumi-cumi juga memiliki 300 spesies berbeda yang tersebar di seluruh penjuru laut dunia. Persebaran paling banyak antara lain di perairan Laut Tengah, Asia Timur, dan sepanjang pantai Timur Amerika Utara.

Dari jumlah total cumi-cumi yang ditangkap setiap tahunnya, 75% lebih adalah untuk kebutuhan konsumsi dan 25% lagi untuk kebutuhan lainnya. Hal ini karena cumi-cumi memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh manusia. Diantaranya terdapat Vitamin B12, Selenium, Riboflavin, dan sebagainya.

Sebagai salah satu komoditi utama perairan Indonesia, cumi-cumi banyak diekspor ke berbagai negara antara lain Jepang, Cina, termasuk Amerika Serikat. Disebutkan dalam detik, seorang eksportir produk perikanan menyebutkan bahwa permintaan untuk loligo squid masih cukup tinggi begitu pula dengan permintaan produk perikanan lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan California Squid, harga Loligo Squid di pasar dunia jauh lebih tinggi dengan perbandingan US$ 1,4 : US$ 8.

Dari pemaparan di atas, kita tahu bahwa masih banyak yang bisa diekspor dari kekayaan alam Indonesia. Cumi-cumi pun bisa dibudidayakan dan menjadi komoditi ekspor yang menjanjikan. Ingin tahu bagaimana cara untuk bisa mengekspornya? Kunjungi website kami di  http://www.goexport.org.

Share.

About Author

Leave A Reply