Pengusaha Batik Wajib Baca Info Berikut

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sebagai salah satu warisan Indonesia yang sudah go internasional, nilai ekspor sarung batik setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan. Nilainya mencapai angka 15,98 juta dolar hingga September 2019 kemarin. Sri Haryati, Kepala Bidang pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kota Pekalongan yang juga terkenal akan batiknya, menyatakan dengan bangga bahwa kerajinan sarung batik asal Pekalongan telah menembus pasar ekspor.

Ranah ekspor sarung batik produksi Kota Pekalongan sebagian besar di kawasan Asia, seperti Thailand, Singapura, Korea, Malaysia, India, Tiongkok, dan Hongkong. Tidak sampai disitu, ekspor pun tembus hingga Saudi Arabia dan Dubai. Tentunya hal ini membanggakan bagi setiap pengrajin batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut Sri, potensi pasar untuk sarung batik sangat besar di perdagangan global, khususnya Asia. Hingga saat ini, Pemkot melalui Dindagkop-UKP telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan ekspansi ekspor. Pemerintah berharap agar ekspor sarung batik tidak hanya dalam lingkup Asia namun bisa sampai ke Afrika.

Pengenalan sarung batik agar lebih dikenal dunia telah dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai salah satu contohnya yaitu mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk memakai batik setiap hari Jumat. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi setiap golongan agar meningkatkan kecintaan mereka terhadap batik.

Bagi Anda pengusaha batik, tidakkah Anda tertarik untuk menjadi eksportir batik selanjutnya? Ayo belajar ekspor dengan mengunjungi website kami di http://www.goexport.org. Ayo jadi eksportir.

Share.

About Author

Leave A Reply